Kemandirian

Kemandirian seorang anak merupakan sesuatu yang cukup sulit diperoleh saat ini.  Memang ada yang menganggap tidak bisa membandingkan kemandirian anak pada jaman dulu dengan sekarang, karena kondisi lingkungan yang sudah berbeda.

Saat ini banyak orangtua mengeluh anaknya kurang bisa mandiri. Mereka kerapkali mengatakan bahwa anaknya kurang mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya tanpa bantuan orang lain. Orangtua juga seringkali mengeluh karena rendahnya tanggung jawab anak.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kemandirian dan tanggung jawab itu?

Kemandirian adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan atau tugas sehari-hari sendiri atau dengan sedikit bimbingan, sesuai dengan tahapan perkembangan dan kapasitasnya.

Sementara itu, tanggung jawab berkaitan dengan sejauh mana seseorang dapat dipercaya dan diandalkan? Memegang tanggung jawab pada sesuatu atau seseorang berarti bahwa kita dapat mempertanggungjawabkan tindakan kita.

 

Mari kita coba urai perbedaan tersebut :
1. JUMLAH SAUDARA
Pada masa lalu, jumlah saudara yang cukup banyak, ada yang 4, 5 bahkan ada yang sampai dua digit. Ternyata dengan banyaknya saudara dan dekatnya jarak usia, menuntut dan memaksa “Sang Kakak” untuk cepat menjadi mandiri dan bahkan diharapkan mampu menjadi pendamping, pembimbing si Adik.  Jelas sangat berbeda

2. FASILITAS DAN KEMUDAHAN
Ternyata banyaknya fasilitas dan kemudahan saat ini tidak menjadikan tumbuhnya kemandirian, namun bahkan menjadi hambatan tumbuhnya kemandirian.  Tanpa ada fasilitas yang cukup akan membuat anak menjadi lemah semangatnya, mudah menyerah dan cenderung menjadi manja.  Berbeda 180 derajat dengan kondisi dahulu, ditengah berbagai kekurangan, menjadi faktor pendorong munculnya kreatifitas dan semangat untuk bisa mandiri.

3. MANJA ANAK DAN ATAU LEMAHNYA KEPERCAYAAN ORANG TUA
Mari coba kita cermati bagaimana saat pendaftaran anak masuk sekolah. Pada saat itu yang sibuk, gelisah ternyata hanya Orang Tua. Sang Anak bahkan banyak yang tidak peduli.  Kondisi ini bukan hanya saat masuk TK dan SD namun yang sangat mengherankan juga terjadi saat masuk SMA dan PT. Mari sama sama kita renungkan, ini pertanda kurangnya kemandirian dan manjanya anak   atau orang tua yang tidak percaya dengan kemandirian anak……….

By Edhi Setiawan,S.P.

Gallery | This entry was posted in Artikel dan Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s