37 Kebiasaan Orang Tua yang menghasilkan Perilaku Buruk Pada Anak

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang manis, yang tidak suka melawan atau menurut saja. Tapi pada kenyataannya terkadang atau bahkan sering anak kita melakukan tindakan yang sebaliknya suka melawan, tidak mau diatur. Atau kita kebingungan dengan laporan yang didapatkan dari sekolah ternyata anak di sekolah luar biasa usilnya, tidak mau diam dan selalu menjadi trouble maker di kelas. Padalah di rumah dikenal sebagai anak yang manis dan penurut.

Mengapa anak saya suka melawan dan sulit diatur ? Adalah pertanyaan yang seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari hari ketika kita mendampingi anak. Dengan cara yang sederhana dan ringan mari kita merefleksikan diri sendiri ketika kita menjalani proses pendampingan anak. Kita dulu pernah menjadi seorang anak. Anak adalah representasi orang tua. Mereka adalah cermin abadi yang tidak pernah berdusta. Lalu, dimana letak persoalan sebenarnya ?

Ternyata terdapat 37 Kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak Apa itu ???

Kebiasaan 1
Raja yang tak pernah salah

Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan, tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa / Mama pukul kursi / mejanya…sudah cup … cup …diem ya….Akhirnya si anakpun diam.

Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak bahwa ia tidak pernah bersalah. Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan, sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.

Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan kepada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarinya untuk tidak pernah merasa bersalah. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru belajar berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi, katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit) “Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati hati ya, jalannya pelan pelan saja dulu, supaya tidak membentur lagi.”

Artikel ini dikutip dari Buku
“ Ayah Edy, Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah diatur ?
37 Kebiasaan Orang Tua yang menghasilkan Perilaku Buruk Pada Anak”

Next ………………………. Kebiasaan 2. Berbohong kecil dan sering

Gallery | This entry was posted in Artikel dan Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s